Belajar Seleksi Kondisi If dan Switch Case

MENGENAL SELEKSI KONDISI IF DAN SWITCH CASE

Seleksi kondisi adalah proses penentuan langkah berikutnya berdasarkan proses yang terjadi sebelumnya. Seleksi kondisi ini sangat penting dalam pemrograman sebab dengan adanya seleksi kondisi, program dapat menentukan proses apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasarkan keadaan sebelumnya. Sehingga nampak seolah-olah program dapat berpikir dan mengambil keputusan. Disinilah letak kekurangan komputer yaitu tidak mampu berpikir sendiri, semua hal yang dilakukan adalah berdasarkan perintah.

1. Pernyataan IF

Pengertian dari pernyataan if adalah jika kondisi bernilai benar maka pernyataan akan dikerjakan dan jika kondisi bernilai salah maka diabaikan.

Bentuk penulisan :


if (kondisi)
  {
   ...pernyataan;
  }

Contoh :

2. Pernyataan IF-ELSE

Pergertian dari pernyataan if-else adalah jika kondisi bernilai benar maka pernyataan-1 akan dikerjakan dan jika kondisi bernilai salah maka pernyataan-2 akan dikerjakan.

Bentuk penulisan : :


if (kondisi)

  {

   ...pernyataan-1;
  }
else
  {
   ...pernyataan-2;
}
Contoh : 




3. Pernyataan NESTED IF


Pergertian dari pernyataan nested if adalah pernyataan if berada di dalam pernyataan if yang lainnya.


Bentuk penulisan :

if (syarat)
  {
    if (syarat)
       ...perintah;
    else
       ...perintah
  }
else
  {
    if (syarat)
       ...perintah;
    else
       ...perintah;
  }
Contoh :

4. Pernyataan IF-ELSE Majemuk

Pernyataan if-else majemuk sebenarnya serupa dengan nested if hanya saja penulisannya yang lebih sederhana.

Bentuk penulisan :

if (syarat)
  {
   ...perintah;
   ...perintah;
  }
else if (syarat)
  {
   ...perintah;
   ...perintah;
  }
else
  {
   ...perintah;
   ...perintah;
  }
Contoh : 

5. Pernyataan SWITCH-CASE


Pernyataan switch-case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan banyaknya alternatif dalam suatu masalah. Kegunaan switch-case sebagai pengganti if-else majemuk yang apabila dalam suatu masalah if-else majemuk tidak dapat menangani maka diganti dengan switch-case. Sederhananya jika if-else majemuk tidak dapat menyelesaikan masalah yang banyak alternatif maka kita menggunakan switch-case untuk menyelesaikannya.
Penggunaan khusus switch-case sebenarnya adalah untuk memeriksa data yang bertipe integer atau karakter.

Bentuk Penulisan :

switch (ekpresi)
{
  case konstanta-1:
          ...perintah;
          ...perintah;
          break;
  case konstanta-2:
          ...perintah;
          ...perintah;
          break;
default :
          ...perintah;
          ...perintah;
}
Contoh : 


Komentar